SMART RABBIT FARMING: INTEGRASI BISNIS DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN OMAH KELINCI KOTA LUBUKLINGGAU

Penulis

  • Riswandha Lingga universitas Musi Rawas
  • Fitri Yanti Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musi Rawas
  • Anggia Syafitri Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musi Rawas
  • Rian Oktavianie Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musi Rawas
  • Dina Nellysa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musi Rawas

DOI:

https://doi.org/10.58328/jm.v5i1.480

Kata Kunci:

Smart Farming, Digitalisasi, Peternakan Kelinci, Agribisnis, UMKM

Abstrak

Pengembangan sektor peternakan berbasis teknologi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro di bidang agribisnis. Peternakan kelinci merupakan salah satu usaha yang memiliki potensi ekonomi tinggi karena tingkat reproduksi yang cepat, kebutuhan modal relatif rendah, serta peluang pasar yang terus berkembang. Namun, sebagian besar pelaku usaha peternakan kelinci masih menghadapi kendala dalam manajemen usaha, pencatatan produksi, serta keterbatasan akses pemasaran, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital.Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Smart Rabbit Farming, yaitu integrasi teknologi digital dalam sistem produksi, manajemen, dan pemasaran usaha peternakan kelinci di Omah Kelinci Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode pelatihan, pendampingan, serta implementasi teknologi berbasis digital seperti aplikasi pencatatan produksi, pemanfaatan media sosial, dan marketplace.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peternak terhadap manajemen usaha modern, peningkatan efisiensi pencatatan produksi, serta perluasan jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah. Selain itu, digitalisasi usaha juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternakan. Dengan demikian, penerapan Smart Rabbit Farming terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha peternakan kelinci berbasis digital dan dapat menjadi model pengembangan agribisnis modern di daerah.

Referensi

Azizah, S., & Handoko, H. B. (2020). Model bisnis peternakan kelinci dalam meningkatkan nilai tambah usaha agribisnis. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 6(2), 120–130.

BPS. (2023). Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing: Strategy, Implementation and Practice (7th ed.). Pearson Education Limited.

Dinas Peternakan Sumatera Selatan. (2022). Laporan Pengembangan Peternakan Rakyat. Palembang.

FAO. (2020). Rabbit Production Systems and Sustainability. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

García, M. L., & Carabaño, R. (2019). Rabbit production and global trends. World Rabbit Science, 27(3), 123–130.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.

Kuswanto. (2012). Analisis Usaha Ternak Kelinci di Kabupaten Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (16th ed.). Pearson.

Mondin, C., Dal Bosco, A., Castellini, C., & Mugnai, C. (2021). The economics of rabbit farming: A review. Animals, 11(11), 3040. https://doi.org/10.3390/ani11113040

Porter, M. E. (2008). The five competitive forces that shape strategy. Harvard Business Review, 86(1), 78–93.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.

Setiawan, B., & Nugroho, A. (2021). Digitalisasi UMKM dalam meningkatkan daya saing usaha. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 7(2), 201–210.

Siregar, A., & Harahap, R. (2022). Strategi pemasaran digital untuk UMKM peternakan. Jurnal Agribisnis Modern, 5(1), 45–55.

Suebsombut, P., et al. (2023). Smart farming trends and applications in agriculture. arXiv Preprint, arXiv:2310.05926.

Susanti, S., Widodo, S., & Nurhayati, T. (2024). Inovasi produk olahan kelinci sebagai upaya peningkatan nilai tambah usaha peternakan. Jurnal Agrokreatif, 10(1), 45–55.

Tang, M., & Hasriadi. (2023). Analysis of rabbit farming business and marketing strategies. International Journal of Research in Engineering and Technology, 12(3), 85–92.

Utami, S. W., Prasetyo, E., & Lestari, D. (2022). Manajemen keuangan dalam usaha peternakan rakyat. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian, 8(1), 60–70.

Wibowo, R. P., Siregar, H., & Nasution, A. (2024). Digitalisasi peternakan kelinci sebagai upaya peningkatan produktivitas usaha. Jurnal Teknologi dan Sistem Ternak, 5(1), 15–25.

Wolfert, S., Ge, L., Verdouw, C., & Bogaardt, M. J. (2017). Big data in smart farming: A review. Agricultural Systems, 153, 69–80.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.

Diterbitkan

2026-05-31 — Diperbaharui pada 2026-05-31

Versi

Cara Mengutip

Lingga, R., Fitri Yanti, Anggia Syafitri, Rian Oktavianie, & Dina Nellysa. (2026). SMART RABBIT FARMING: INTEGRASI BISNIS DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN OMAH KELINCI KOTA LUBUKLINGGAU. Jurnal Masda, 5(1), 36–46. https://doi.org/10.58328/jm.v5i1.480

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>