ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK PERTANIAN DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS

Authors

  • Dio Ahmad Faizurrahman Teknik Sipil Universitas Musi Rawas
  • Addy Sumarsono Universitas Musi Rawas
  • Okma Yendri Universitas Musi Rawas
  • Radha Krisnamurti Sigamura Universitas Musi Rawas

Keywords:

Kata Kunci : Saluran Irigasi, Debit, Kebutuhan Irigasi

Abstract

                                                                                         ABSTRAK

Pertanian merupakan salah satu profesi paling dominan dimiliki oleh masyarakat Kecamatan Muara Beliti. Untuk menentukan keberhasilan dari pertanian dan perikanan salah satunya adalah dengan ketersediaan air yang cukup. Dalam pergantian bulan di setiap tahun musim selalu berganti. Adakalanya musim kemarau dan musim penghujan. Jika pada bulan tertentu berada pada musim penghujan maka para petani tidak perlu khawatir dalam memperoleh air yang cukup bagi kebutuhan tanaman dan air kolam mereka. Tetapi jika bulan itu berada pada musim kemarau atau curah hujan yang turun hanya sedikit maka akan terjadi berkurangnya debit air dari sumber air irigasi sehingga debit air yang tersedia tidak bisa mencukupi kebutuhan air bagi tanaman para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan air untuk pertanian di Desa Air Satan, mengetahui apakah saluran irigasi yang saat ini digunakan di Desa Air Satan sudah mencukupi untuk pertanian, dan menghitung debit air saluran irigasi di Desa Air Satan. Hasil penelitian ini adalah kebutuhan air irigasi pertanian untuk Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas adalah 2325,71 liter/detik untuk lahan seluas 4.647 Ha. Untuk setiap 1 Ha lahan tersebut dialiri air sebanyak 0,500 liter/detik. Saluran air irigasi di Desa Air Satan menggunakan irigasi berjenis irigasi semi teknis yang merupakan jenis irigasi yang telah mempunyai beberapa bangunan permanen namun belum sepenuhnya dapat mengukur dan mengatur debit air, sehingga efisiensinya masih tergolong menengah. Hasil pengukuran debit saluran irigasi saat penelitian dengan pengukuran yang diperoleh dari Dinas PU memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terjadi karena beberapa alasan, pertama karena perbedaan curah hujan yang terjadi pada periode data pengukuran penelitian dengan data pengukuran Dinas PU. Kedua, perbedaan waktu saat pengukuran dilakukan dalam artian data yang digunakan Dinas PU merupakan data lama. Sedangkan data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data terbaru. Sehingga sangat wajar jika terdapat perbedaan hasil pengukurannya.

 

Downloads

Published

2024-03-28

How to Cite

Dio Ahmad Faizurrahman, Addy Sumarsono, Okma Yendri, & Radha Krisnamurti Sigamura. (2024). ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK PERTANIAN DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS. Jurnal Sipil Dan Perencanaan, 2(1), 37–42. Retrieved from https://www.ejurnal.unmura.org/index.php/jsp/article/view/266

Issue

Section

##section.default.title##

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>